Ahipara

Jika Anda ingin mengamati matahari terbenam yang dramatis, nikmati berjalan kaki di sepanjang pantai di Ahipara. Kota ini memiliki kekayaan sejarah dan pilihan aktivitas berlimpah.

Ahipara berada di penghujung 90 Mile Beach. Tempat itu sangat menakjubkan untuk memandang matahari terbenam dan memiliki salah satu pemecah ombak kiri terbaik di Selandia Baru. Pantai luas berpasir ini juga populer untuk surfcasting, land yachting dan mengumpulkan kulit kerang. Anda bisa belajar melakukan 'Tuatua Twist', yaitu berdiri di dalam air saat pasang surut dan memuntir kaki di dalam pasir sampai merasakan tanda-tanda tepi tuatua yang keras. Kerang-kerang ini lezat untuk dibuat fritter atau hanya direbus sampai terbuka.

Shipwreck Bay, di sebelah kiri kota kecil itu, sesuai dengan namanya. Pada pasang surut beberapa bangkai kapal masih terlihat. Di atas Shipwreck Bay ada Ahipara Gumfields Historic Reserve, tempat Anda bisa melihat relik-relik dari masa penggalian getah pohon kauri dan sisa-sisa hutan kauri kuno. Pada akhir tahun 1800-an ladang getah itu menghidupi dua ribu orang, tiga hotel dan sejumlah toko. Sekawanan lembu menarik getah ke kapal-kapal yang sudah menanti di Shipwreck Bay.

Kota subtropis Ahipara merupakan tempat yang tenang. Dalam bahasa Maori, Ahipara berarti ‘api suci', sesuai dengan perapian yang terus dijaga agar tetap menyala oleh masyarakat Te Rarawa. Para pengunjung Ahipara dapat menikmati ATV, berjalan-jalan di ladang getah. Meluncur menuruni bukit pasir di atas papan body board (yang dikenal dengan berselancar di pasir) sangat menyenangkan.

Fakta fungsional: Populasi kira-kira 1100, bensin, restoran, toko makanan.

Baca selengkapnyaTutup
Temukan & pesan penerbangan