Coromandel Town

Anda di sini

Pernah menjadi kota demam emas kolonial, Coromandel merupakan tempat untuk menikmati arsitektur gaya Victoria, seni kerajinan, pantai dan jalur berjalan kaki lintas hutan.

Kotapraja Coromandel sarat akan sejarah dari permulaan era tambang emas hingga masa penebangan kayu. Bertempat di pelabuhan alami, kota ini dinamai sesuai nama kapal H.M.S Coromandel, yang tiba di sini pada tahun 1820 untuk mengumpulkan kayu-kayu pohon kauri guna membuat tiang bagi British Royal Navy.

Serangan demam emas pada akhir tahun 1860-an menyebabkan populasi kota meningkat tajam hingga 10.000 jiwa. Meskipun hari-hari penambangan yang serius telah berakhir, kota ini memiliki mesin penggiling terakhir Selandia Baru yang masih berfungsi penuh - masih berada di tempat aslinya dan beroperasi setiap hari. 

Saat ini, Coromandel merupakan kota yang sunyi dan surga bagi para seniman. Di samping galeri dan toko-toko kerajinan yang memamerkan talenta setempat, Coromandel memiliki banyak bangunan bergaya Victoria yang telah direnovasi, jalur kereta api gunung yang sempit, serta museum tambang. Dengan beragam akomodasi dan tempat makan, kota ini menjadi pangkalan yang luar biasa untuk menjelajahi pantai dan hutan setempat.

Coromandel Walking Tracks

Ke arah selatan, di luar jalur 309 Road mengarah ke lubang untuk berenang yang populer, yang dikelilingi oleh hutan asli yang cantik. Lebih jauh menanjak, jalur lain akan membawa Anda ke naungan pohon kauri besar - salah satu pijakan asli di semenanjung ini. Naungan ini terdiri dari dua pohon kauri kuno yang saling membelit hingga ke tanah.

Kembali ke kotapraja ini, jalan setapak di sebelah 356 Wharf Rd akan membawa Anda ke permulaan Kauri Block Walk. Jalur ini menanjak hingga ke situs pa (benteng) suku Maori kuno, yang mempersembahkan pemandangan 360-derajat spektakuler dari Coromandel Ranges, pulau-pulau lepas pantai, dan kotaprajanya. Jalur tersebut kemudian berlanjut di sepanjang punggung bukit melalui hutan dan pepohonan asli yang beregenerasi hingga akhirnya muncul di Harbour View Road.

Sisi utara Coromandel, sebuah jalur pejalan kaki di Papa Aroha Scenic Reserve berliku melalui hutan asli pesisir yang khas puriri, kohekohe, dan pohutukawa sebelum akhirnya muncul di pantai berenang yang menarik.

Fakta fungsional: Perkiraan populasi 1.500 jiwa, Pusat Pengunjung i-SITE, beragam pilihan pertokoan.

Baca selengkapnyaTutup
Temukan & pesan penerbangan